Pages

Friday, 6 May 2016

The Power of Milk




Profesor Rina sangat terkejut karena hasil percobaannya sudah dipasarkan oleh salah satu anak buahnya, padahal masih ada salah satu susu yang belum sempurna dan mesti di buat eksperimen lagi. siapapun yang meminum susu itu akan mempunyai kekuatan super dari api,air,cahaya,bunga mawar,dan sianida. Namun salah satu susunya bisa menyebabkan seseorang yang sebetulnya mempunyai good attitude menjadi bad attitude, karena professor baru membuat hipotesis dan belum melakukan percobaan ulang.

"Kemana si Rendy memasarkan susu berkekuatan super tersebut? kan aku dah bilang ke kalian semua? kalau hasil evolusinya buruk dan aku ditahan polisi gimana? terus kalau diprotes dan dikecam banyak pihak gimana?" Professor Rina bingung berat.
"sepertinya ke minimarket salah satu sekolah kejuruan dikota ini prof?" jawab salah satu staffnya.
"Masya Allah kok bisa sih sekarang nasib saya bagaimana?" dalam hati professor hanya bisa pasrah.
***********************************************************
9.15 SMK N 1 Cilacap

Ran sedang menikmati cilok dan es mangga, dia makan sambil jalan dan berpapasan dengan Ira, Hera, dan dayang-dayangnya. "Eh sorry....sorry," ucapnya. "ya udah sih...."jawab Ira datar. Ran cuma bingung dengan perlakuan Ira yang akhir-akhir ini jadi tambah jutek, setelah dekat dengan Hera. Padahal pertama kenal dia cukup ramah dengannya. Sebentar lagi bel masuk Ran dan Fira malah memasuki Business Center SMK N 1 Cilacap. "Ra, aku pengin banget minum susu nih bete banget!" kata Ran. "Ya udah cepetan yah!" jawab Fira.

Tiba-tiba ada yang nyolek telinga Ran, "Eh neng ambilin susu itu donk rasa strawberry sama coklat buat aku dan Ira," kata Hera bernada memaksa. "Eh, ya nih!" Ran mengambil dengan sedikit kesulitan. "Thanks," saat berterimakasih Hera sengaja menyenggol lengan Ran dengan pelan. "astagfirullah, emang muka gue pantes diintimidasi apa? dasar nenek lampir!" gerutunya dalam hati. "udah cuekkin aja makhluk aneh begitu amfibi kali dia!" Fira malah ngata-ngatain dengan volume suara agak keras membuat Hera hampir menoleh. "Sssst pelan-pelan ngatainnya,hehehehehe!" Ran tertawa terkekeh-kekeh.

Mereka memasuki kelas dan untung aja Pak Jono belum masuk, guru yang suka memberi kritik membangun(agak aneh guys baiknya kalau lagi banyak pelanggan Pak Jono kan punya bisnis cafe). Sialnya perut Ran mules banget namun karena pada hari itu Ran semangat diapun sanggup menjawab pertanyaan dadakan dari Pak Jono. Dia sungguh beruntung, ketika bel pulang berbunyi dia ingin sekali ke kamar mandi, dia ingin pup. Namun sesampainya disana dia malah muntah habis-habisan. akhirnya Ran pun menyimpulkan kalau magnya mungkin kambuh. "Aduh aku salah makan apa ya? Masya Allah aku lupa habis makan cilok kok malah minum susu!" batinnya. dan dia terkejut saat melihat Hera dan Ira sepertinya juga mutah-mutah.

"Eh kok kita senasip sama elo sih? hem gue gak mau PMS bareng elo!" ucap Hera. "Udah lha Her aku curiga jangan-jangan susu yang kita minum basi lagi! pada ngerasain nggak sih rasanya aneh!" jelas Ira. "bisa jadi kali!" ucap Ran sambil cepat-cepat meninggalkan mereka. "Bisa jadi kuis Uya kuya keles!" celetuk Hera. Untungnya sampai rumah Ran dan Ira nggak sakit perut lagi. Mereka baru ingat kalau di Tirta akan ada penilaian renang mereka wajib datang.

Sesampainya disana entah kenapa Ira nggak mau nyemplung ke kolam, habis makan siang aja dia nggak minum guys katanya sih males minum. Aneh banget berbeda lagi dengan Ran yang jadi tambah suka renang dan main air. Namun karena penilaian renang Ira memberanikan diri masuk air dan usai penilaian badannya malah lemas sekali dan menggigil kawannya pun khawatir. Ran yang melihat kejadian itu juga ikut heran. "Ira lo kenapa sih? nih minum lo jangan sampe ketinggalan," kata Ran. "Nggak apa-apa gue nggak suka minum dan deket-deket lo!" kata Ira. "lo gila ya? kadang baik kadang jutek! Ok fine gue juga akan selamanya jaga jarak sama lo!" Ran ngambek guys. "Kirana Febryana kenapa sih lo? kalau ada yang nggak suka sama lo ya udah?" Hera tambah ngompor-ngomporin. "Stop! Her lo mendingan langsung bilas deh badan lo bau aneh tahu nggak?" Fira membela Ran dan berlalu meninggalkan mereka.

Saking kagetnya, Hera mencium keteknya sendiri. "what? emang iya guys? nggak mungkin lha gue kan rajin perawatan," Hera shock banget. "gue sih ngerasa!" kata teman hera yang jenong. "Kalau gue nggak sih biasa aja Fira mungkin sirik lo buruan yuk!" kata teman Hera yang chubby. Mereka pun langsung bilas kecuali Ira yang nggak pengin bilas. Saat penilaian sudah selesai ada cewek-cewek yang masih nongkrong di Tirta sambil makan nasi atau jajan, ada juga yang foto-foto maklum aja namanya juga cewek. Ira dan Ran memilih langsung capcus ke parkiran, Ran nggak bareng Fira karena Fira dijemput cowonya. tiba-tiba seorang ibu-ibu muda menghampiri Ira dan Ran yang kebetulan ada di parkiran, "maaf kalian yang sudah meminum susu super sehat di bisnis center ya?" tanya profesor Rina. "Ya tadi siang emang gitu kenapa ya?" tanya Ran sopan. "itu susu udah expired ya bu? ibu pengelolanya wah ibu mesti tanggung jawab!" Ira malah suudzon. "bukan kalau kalian minum susu itu kalian bisa jadi superhero tahu, eh jangan panggil bu dong panggil mba atau professor!" professor Rina merasa belum tua banget guys.

Dari jauh Ran dan Ira berpandangan, lalu tertawa hampir bersamaan. "hahahhaha waduh professor ada-ada aja deh!!" seru Ran. "Ya nih pasti kebanyakan nonton film the avenger ya?" kata Ira. Lalu Professor Rina memberikan sesuatu kepada mereka, kertas yang menjelaskan eksperimen yang Professor Rina buat mulai dari mengamati obyek, menyimpulkan masalah, hipotesi, dan lain-lain. "Ini serius prof?" tanya Ran. "terus gini kenapa saya semakin nggak nyaman dekat-dekan dengan Ran dan kenapa saya jadi nggak suka sama air?"tanya Ira bingung. "kalian lebih baik ikut saya ke lab yang saya dirikan," jawab professor sambil tersenyum ramah. Mereka pun memasuki mobil professor Rina dan motor mereka dibawa oleh anak buah processor.

No comments:

Post a Comment

thanx ya...

IKLAN

Search This Blog