Pages

Friday, 28 October 2016

Fanfic NaruHina: Membuka Kado Pernikahan

Hari terbaik untuk pernikahan akhirnya berakhir, Hinata merasa bersyukur karena akhirnya resepsi pernikahannya dengan Naruto bisa selesai. Sekarang dia sedang melamun di atas ranjang, memikirkan malam pertamanya, dia begitu gugup sampai tak menyadari kalau kamar pengantinnya berantakan. Ya, kado dari teman-temannya dibiarkannya tergeletak di lantai. Dia kaget saat Naruto masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. "Kenapa melamun Hinata?" tanya Naruto. "Ng-nggak apa-apa kok Naruto-kun," jawab Hinata gugup. Naruto tersenyum dan mencubit gemas pipi istrinya, "Apa kau gugup?" Tanya Naruto. Hinata hanya diam, pipinya memerah karena malu. 

"Kita sudah menikah kan? apa kau pikir aku akan buru-buru melakukannya hingga kau gugup seperti ini?" tanya Naruto sambil memeluk pinggang istrinya. "A-ano.." belum selesai Hinata menjawab tiba-tiba Naruto mencium pipi Istrinya, Dia gemas sekali jika pipi Hinata merah karena malu. "Eh, kenapa kado pernikahannya dibiarkan di lantai? kita buka aja yuk siapa tahu ada yang unik," kata Naruto. "Baik," jawab Hinata sambil memegang hadiah dari Hanabi adiknya. Hadiah itu adalah foto Alm. Neji kakak sepupu Hinata dan kawan baik Naruto. Hinata memajang foto tersebut diatas meja. "Hei,itu kado dari Hanabi ya? foto Neji? em, jadi kangen dia," Naruto mengamati foto tersebut. "Ya dia selalu melindungiku untung saja dia berubah menjadi baik seperti kita pertama jumpa dulu, aku beruntung memiliki kakak seperti dia," kata Hinata. "ya, aku juga bersyukur memiliki teman seperti dia, eh kita buka kado lagi yuk," kata Naruto. "dari Tenten dia memberi hadiah senjata ada kartu ucapannya 'semoga kado ini bisa digunakan sebaik-baiknya dan menjadi hadiah yang menurutmu unik, selamat menempuh hidup baru' Hmm Tenten," kata Hinata. "mentang-mentang ninja kadonya senjata tapi memang unik juga sih, lebih baik disimpan sebagai kenang-kenangan daripada buat bertarung," kata Naruto yang langsung diiyakan oleh Hinata. 

"Eh, yang ini dari Guru Guy dan Lee. Hmm, mereka kompakan sekali sampai bungkus kadonya sama," Naruto membuka kadonya dan terkejut melihat isinya. "Apa? Dumble huft dasar ada-ada saja!" Seru Naruto. itu membuat Hinata tertawa pelan. "Eh, ini dari Sai," Hinata membuka kado dari Sai yang merupakan Lukisan yang sangat Indah. "oh, ya sepertinya kita nggak mungkin membuka kado ini semuanya dalam waktu semalaman jadi kalau sisanya kita lanjutkan besok nggak apa-apa kan?" tanya Hinata. "baiklah lagi pula kadonya banyak sekali," jawab Naruto. "kalau yang ini dari Shino dan Kiba, em anggur madu? aku kan jarang minum bagaimana kalau kita simpan untuk menyuguhkan tamu saja?" tanya Naruto. "ide yang bagus Naruto-kun," jawab Hinata. "ini dari guru Iruka ya? em kita buka besok saja deh," kata Naruto. "Kalau ini dari Shikamaru dan Temari? hanya kartu ucapan dan hmm kenapa disteples dengan kertas lain? Oh! ini voucher paket bulan madu, wah mereka baik sekali ya!" seru Naruto. hinata Hinata pun tersenyum senang. "yang ini dari Choji kita buka besok saja ya berat sekali sih," kata Naruto 

"ini dari Sakura dan Ino ada kartu ucapannya kata-katanya hampir sama, 'Aku sempat bertengkar dengan Ino tapi kami akhirnya memutuskan untuk membeli kado bersama maaf ya cuma ini yang bisa aku beli semoga kalian senang, selamat menempuh hidup baru!' di kartu ucapan Ino juga cerita kalau sebelumnya sempat bertengkar dengan Sakura dan berharap itu pertengkarannya yang terakhir," Hinata tersenyum setelah tahu kelakuan dua sahabatnya. "mereka itu masih seperti dulu ya, kadang bertengkar kadang akur, untung sudah tidak memperebutkan Sasuke lagi," kata Naruto. "ya karena sekarang Ino sudah dengan Sai," jawab Hinata. "mereka memberikan album foto dan bingkai foto ya, eh lihat kartu ucapannya dong!" kata Naruto kepada Hinata, dia ingin membaca tulisannya. "eh, Ino mengucapkan juga 'aku doakan semoga cepat punya anak ya supaya foto-foto kalian bisa ditaruh disini' begitu," kata Naruto. Lalu mereka membereskan kado pernikahan tersebut, yang sudah dibuka diletakkan diatas meja. "eh kamu pengin doa Ino terkabulkan kan?" tanya Naruto sambil menggendong Hinata. "pengin sih, eh kita mau kemana?" tanya Hinata bingung. Naruto menidurkan tubuh Hinata diatas ranjang. "cuma ke ranjang ko lagian tubuh kamu kan berat massa aku mau jalan-jalan sambil menggendongmu," kata Naruto. "sinih donk katanya mau punya anak," Naruto mendekatkan tubuhnya kepada Hinata lalu memeluk istrinya dan mencium bibir istrinya. Itu membuat Hinata bahagia.

IKLAN

Search This Blog