Panggil aku Arimbi!
Aku gadis 16 tahun yang suka olahraga mulai dari sekedar jogging sampai renang(kedalaman air 165 cm). Aku suka bergaul dengan semua orang, dari kecil aku nggak pernah membeda-bedakan orang. Asal orang itu nggak sirik sama aku aja sih hehehe. Oh ya waktu ku kecil orang tua dan kawan kecilku memanggilku Bimbim jadi bisa dibilang Bimbim itu nama kecilku. Bahkan sekarang mama dan papa sering iseng panggil aku Bimbim, kalau aku lagi nakal atau nyebelin.
Ketika bisnis ayahku bangkrut semua berubah 180°! Aku terpaksa bekerja sambilan sebagai Detektif, jujur ini memang ide gilaku! aku memilih menjadi detektif cuma karena hobby baca Komik Detective Conan dan Novel Sherlock Holmes. Tapi nggak cuma itu sih kebetulan aku juga diajari banyak hal sama Om ku yang kebetulan Polisi Forensik di Jakarta. Aku diajari bagaimana menyelidiki TKP, seperti menerawang sidik jari, melihat percikkan darah, menemukan barang bukti,dll.
Selama menjadi detektif aku memakai nama Puput supaya tidak semua orang tahu kalau Arimbi-lah yang menyambi kerja jadi detektif, bisa diketawain satu sekolah aku! sebetulnya kepolisian awalnya nggak mempercayai aku. Aku selalu diusir jika ada kasus katanya nggak pantes ada anak gadis yang ngaku-ngaku jadi detektif. dan kalaupun penjelasan kasusku benar terkadang ku tetap dianggap amatiran huuuu sedihnya.
Tapi sekarang udah nggak! Mereka udah mulai percaya sama kemampuanku. Ada satu tugas baru yang mereka berikan kepadaku. Aku harus menyelesaikan kasus prostitusi di kota Cilacap. 7 hari telah berlalu dan sekarang aku telah ada di kelas X PM 1 di SMK YPE Cilacap. Gila cewe-cewenya hobby banget dandan hehehehe. Dulu anak-anak sekolah bawanya pensil 2B kok sekarang bawanya malah pensil Alis, ada-ada aja deh.
Aku harus menyelidiki kasus yang cukup susah sebetulnya, aku harus menyelidiki anak sekolahan yang menyambi bekerja menjadi Ladies Company(Pemandu Lagu) di sekolahku saat ini, memang ada banyak tempat karaoke di kota Cilacap. Meskipun kota kecil dan rata-rata tempat karaokenya biasa saja, tapi bagi orang yang menjalani bisnis karaoke cukup untung besar. Karena setiap hari tempat-tempat tersebut selalu rame. Di Cilacap sendiri ada beberapa nama tempat karaoke yg cukup terkenal seperti Infinity,Paradiso,Avior,Excy,Andromeda,dan masih banyak lagi. kenapa harus diselidiki karena sebetulnya anak dibawah umur tidak boleh dipekerjakan. dan banyak juga yang katanya nekat untuk "jual diri", aku tahu sih sebetulnya memang nggak semuanya seperti itu.
Kalau sekedar diajak teman dan rame-rame terus anak tersebut bisa jaga diri mungkin nggak apa-apa. Tapi kalau disawer? heeeeem kalau cuma sekedar ucapan terimakasih mungkin nggak apa-apa. Nah, kalau disuruh minum-minuman keras juga terus di sawer? sebetulnya itu sudah termasuk menyimpang sih apa lagi kalau yg seperti itu masih sekolah. Orang-orang yang merantau di kota industri ini memang butuh hiburan ya? dan nggak merasa rugi kalau mengeluarkan banyak uang untuk bersenang-senang. tapi terkadang mereka nggak ingat sama anak istri di rumah mereka, apa lagi kalau ada yang sampai nekat mem-booking pemandu lagu yang pada saat itu menemani mereka berkaraoke.
"Hai gimana udah mulai kerasan sekolah disini?" Tanya Septi yang duduk di depan bangkuku. "Lumayan sih soalnya anak-anaknya dah mulai nyenengin gitu," jawabku. "Ya syukur deh, mau ke kantin bareng nggak?" ajaknya. "Mau dong ayuh!" jawabku. Kami pun ke kantin bersama 3 orang lainnya Sari,Endah Dan Sulis. Tapi dari semua kawan kelasku belum ada yang mencurigakan kayanya mereka nggak ada yang sering nangkring di Karokean deh.
Kami bertiga pun nongkrong di Kantin karena SMK YPE adalah sekolah swasta di Hari Selasa siswanya dibebaskan memakai sepatu/kaos kaki warna-warni, sebetulnya pihak kesiswaan sudah meng-ultimatum, supaya tidak memakai atribut sekolah yang bertentangan dengan peraturan yg dibuat kesiswaan. Aku heran dan bertanya pada kawanku, "Sep kok pada nekat ya kakak kelas kita pakai sepatu kaya gitu?". "Biasa emang pada nggak acuh sama yang dibilang Pak Heru waktu upacara kemaren! tapi karena masih kelas 1 kita sih belum berani macem," jawab Septi sekenanya. "Eh katanya anak kelas tiga ada yang keluar lagi, isunya sih gara-gara hamil?heeem?" celetuk Endah. "Jangan ngawur gitu dong! kadang ku sedih dapet kabar burung gitu,heem habis anak kelas tiga pada berani-berani ya? apalagi Anak Jurusan Administrasi Perkantoran, katanya pada kerja sambilan di Tempat karaoke," Sari malah jadi ngerumpi. "Yang jelas kamu jangan heran Put, Murid SMK YPE Cilacap mah gitu, tapi nggak semuanya kok soalnya kan kembali ke diri kita masing-masing," celetuk Sari.
"Ya aku cuma tanya aja, tapi nggak mikir kesitu sih!" jawabku sekenanya. Kemaren Omku What'sapp aku katanya, kalau bisa aku menyelinap ke tempat karaoke untuk mengetahui siapa anak SMK YPE yang terpengaruh prostitusi terselubung. Serius! Aku belum punya gambaran, aku juga belum tahu persis siswi mana yang suka nongkrong ke Tempat karaoke. Terus aku harus bagaimana ya? mungkin sepulang sekolah nanti aku mau bertanya ke teman baruku ini.
Dan menurut teman-temanku ada 3 orang anak kelas XII dan 2 orang anak kelas X yang suka ke tempat karaoke bahkan nggak menolak kalau nyanyi bareng om-om. Waduh siapa saja ya? heeeem kalau anak kelas sepuluh sih aku tahu namanya Tiara dan Tari, Kemaren Septi dah tunjukkin ke aku katanya Tiara dan Tari itu gayanya suka samaan, maksudnya tas kembar, bando kembar, jepet kembar, bahkan alat tulis juga kembar! idih kaya saudara kembar aja deh.
Cuma kalau anak kelas XII memang aku nggak tahu siapa aja, sekarang aku cuma tinggal mikirin cara supaya bisa ketempat karaoke, heeeem mungkin aku pura-pura butuh Job? ya itu memang cara yang paling nekat tapi bodo amat yang penting aku harus berhasil menyelidiki mereka, suapaya nama baik sekolah ini bisa kembali baik! Syukur-syukur kalau sekolah ini ada kemajuan. Aku benar-benar berharap.
"Hai!" sapaku pada Tiara. "Hai juga heeem ada apa ya? kamu anak baru di pemasaran ya?" tanyanya. "Ya kenalin aku Puput! he he he," jawabku. "Oh ya aku Tiara, jadi gimana ya?" Tiara menaikkan satu alisnya ke atas.
"Jadi gini jujur tapi kamu jangan cerita ke teman-temanku ya! katanya kamu sering ke Excy aku heeeem aku boleh ikutan nggak? kalau semisal ada Job gitu aku juga butuh uang Mama ku sering telat kasih kiriman!" Aku berkata panjang lebar
"Kamu serius anak baru kaya kamu? heeem tapi katanya kamu anak orang kaya? ya boleh aja sih nanti malem be aku mau main tapi kamu nyamper aku ya!" jawabnya.
"ya aku samper kok, oh ya ada no. Hp nggak?"
"ada simpan ya, 087768555001"
"Ok nanti ku sms"
Lalu Tiara pergi dengan cueknya tapi yang jadi masalah kalau Tiara cerita, aku-si anak baru-butuh job, pusing pala Barbie aku! heeeem sekarang aku mau cepat-cepat pulang buat pikirin cara beraksi nanti sore. Tadi pagi habis subuh aku sudah siapkan beberapa perlengkapan buat dibawa nanti, seperti kaca pembesar, serbuk buat lihat sidik jari, Kamera SLR, oh ya jangan lupa kartu identitas. aku dibuatkan oleh Pihak kepolisian di Jakarta. Di kartu itu ada tulisan di bawah namaku "Detektif Swasta masih SMA/Sederajat" jujur aku sempat protes dan mereka bilang, " Kamu mau beneran bantuin kami dan ingin orang di TKP percaya nggak?" jawab Inspektur. Aku cuma bisa ngangguk-ngangguk nggak jelas.
Aku udah didepan rumah Tiara saatnya beraksi! "Hai kamu kok nggak dandan Put?" tanya Tiara. "iya nih aku lupa kamu bisa dandanin aku nggak?"jawabku. "ya udah langsung aja yuk, Tari udah disana?" jawabnya. Sampai disana kami langsung salaman sama yang ngajak karaoke. Tiara dan Tari kelihatan agresif banget, mereka rela dipeluk dan diraba demi uang saweran. Kini giliran aku nyanyi karena nggak bisa dangdut aku cuma nyanyi lagu pop biasa, Bapak-bapak disebelah ku memuji suara ku lalu mengajakku ngobrol. Aku hanya menanggapinya biasa saja, dia memang kelihatan ramah tapi aku harus fokus dengan misiku!
"Kamu teman sekelasnya Tiara? kok dia nggak pernah cerita ya kalau punya teman cantik kaya kamu, suaranya bagus lagi," puji Pak Ahmad. "Terimakasih kami nggak sekelas tapi kami udah kenal kok," jawabku. "Nggak pengin minum vodca dari tadi cuma minum freshtea mulu? nggak berani ya? heeem tapi kalau gak mau coba nggak saya sawer!" ucapnya sambil mengedipkan mata.
Aku pun menerima gelas itu dan menempelkannya dibibirku, dan saat perhatiannya teralihkan aku membuangnya! huh hampir saja aku benci bau minuman keras! saat selesai Om-om genit itu, meminta no. hp ku lalu aku beri saja no. yang jarang ku gunakan. Tiara dan Tari mabuk berat mereka bertanya padaku, mau diantar pulang nggak? aku menjawab nggak aku bisa pulang naik ojek. "Eh Put kalau mau dapet uang lebih ikut "main ayunan" sama Om Ahmad aja yuk! hahahaha..." ucap Tari sambil ketawa, idih amit-amit dia gak sadar apa yang dia ucapkan!
Saat mereka diantar pulang Pak Ahmad dan kawannya aku membuntuti mereka dari kejauhan tentu saja dengan motor Sonic kesayanganku, mereka nggak tahu aku bawa motor. Ngomong-ngomong saat di tempat karaoke, aku berhasil merekam percakapan dan mengambil foto-foto mereka, aku juga sudah mendapatkan beberapa sampel minuman keras, puntung rokok dan sidik jari mereka aku sudah mulai memahaminya. dan satu lagi aku menemukan bungkus kondom di tas Tiara saat dia lengah juga di dompet Tari. yang membuat ku heran kenapa bukan om-om genit itu ya yang membawa kondomnya? aduuuuuuh! bukan itu yang harus dipermasalahkan. Aku sengaja ambil dus nya aja! dalam keadaan mabuk mereka memang cukup lengah! merknya Fiesta lagi ih amit-amit.
Mereka berhenti di hotel pinggir jalan? apa pada mau bermalam disitu dan berpasangan? heeem dasar mesum! Tari dan Jono masuk ke kamar hotel aku menaruh camera digital disela-sela jendela, aku merekamnya untuk barang bukti lalu aku mengintip kedalam kamar yang dilantai dua, waktu itu Tiara dan Pak Ahmad masuk ke dalam kamar tersebut. Saat hendak membuka pakaian Tiara menangis dan minta tolong, sepertinya walaupun ingin uangnya tapi dia nggak rela keperawanannya diambil. aku mendobrak pintu, "Hentikan atau aku telepon polisi!" seruku. "hahahhaa kau anak kecil mengganggu saja dasar munafik!" dia mencibir.
"Ini identitasku aku detektif lepaskan temanku kepalamu akan ku buat benjol!" aku segera menggandeng Tiara keluar lalu menendang alat vitalnya, meninju ulu hatinya dan menonjoknya sampai benjol. Biarkan saja! lebih baik nekat aku segera turun kebawah dan mengambil camera digital dan kabur ketempat yang aman bersama Tiara.
"Aku sebetulnya nggak tega melaporkan kawanmu tapi aku harus! dia sudah menjerumuskan kamu dan kamu pasti sudah banyak dimanfaatkan kan?" kataku pada Tiara, kami nongkrong di angkringan. "Ya seperti itu lha tapi kalau dia dendam padamu bagaimana? dan buat apa sih kamu jadi detektif?" tanyanya. "Lalu kenapa kamu mau jadi LC freelance demi uang haram?" tanyaku balik. Diam cuma diam.
"Ya Allah apa semua ABG di YPE begitu? gini ya aku peduli padamu karena kau temanku ya meski kita baru kenal? awal bulan aku baru saja terima uang dari kepolisian, kalau kau butuh uang kau boleh pinjam uang kok padaku, tadinya mau ku transfer buat Mama sih tapi tadi mama sms katanya bisnis Papa sudah mulai berbisnis lagi, Alhamdulillah." kataku panjang lebar. "kenapa kau baik padaku, padahal awalnya aku seolah nggak peduli padamu?" tanyanya. "sudah lha aku cuma perihatin dengan keadaanmu, oh ya jangan bilang kawan yang lain ya! kalau aku detektif kau bisa jaga rahasia kan?" kataku agak was-was. "ok!" jawabnya sambil memelukku dan mengucapkan terimakasih.
Ahmad menggedor-gedor pintu kamar Jono. "woy ayuh buruan disini pasti bakal ada razia Puput itu mata-mata polisi!" serunya. "Sialan tuh anak! Yuk kita kabur Sayang!" Jono buru-buru pakai baju.
"Tunggu-tunggu sialan maksud Om Ahmad Puput itu polisi apa detektif atau siapa sih???" tanya Tari nggak ngerti. "Udah nggak usah kepo dan banyak omong buruan kita...."
"Angkat tangan anda terbukti berbuat mesum!" tiba-tiba 5 orang polisi menodongkan pistol ke arah mereka.
Tuesday, 26 January 2016
Naskah Film: Detektif Arimbi
Prolog
Saat ku bercermin aku tahu aku nggak cantik-cantik banget dan aku sadar semua aksiku nggak secerdik Sherlock Holmes, juga nggak sehebat James Bond. Tapi itu semua adalah tokoh fiktif sedangkan aku berhadapan dengan realita. Kasus yang kuhadapi ini akan segera ku tuntaskan!
Tiara: Jadi nama asli kamu Arimbi?
Arimbi: Ya kamu bisa panggil aku Bimbim kalau kamu mau (sambil menyilakan rambut dan merapikan poni)
Tiara: Kamu mau pindah sekolah lagi ya? emang kamu nggak capek? sekolah sama jadi detektif?
Arimbi: Nggak pindah sih, aku dapat tugas harian gitu dari sekolahku yang asli di Jakarta. Selama menjalani Misi-ku aku pura-pura jadi pelajar di sekolah tersebut. Aku cerita cuma sama kamu lho ya, Aku mau pindah ke SMK Dr Sutomo. Soalnya ada kasus Bunuh Diri disana. Oh ya soal Tari dia cuma diberi sangsi sama kepala sekolah dia harus di keluarin sama di pindahkan, dan dia milih pindah keluar kota mungkin.
Tiara: Oh jadi sekolahmu nggak pindah ke Jakarta ya? heem udah lha biarin nggak usah bahas Tari dia pasti akan jalani kehidupan yang lebih baik lagi, dengan pindah sekolah mungkin dia bisa move on dari keadaan. (Berdiri lalu membuang bungkus es). Bim aku bingung gimana ya aku bayar utang mu yang separuh lagi? heeem aku boleh nggak jadi partner kamu? hohoho tapi aku juga butuh uang , serius!
Arimbi: Aku sih mau aja, jujur aku lebih suka kerja bareng daripada sendirian. Tapi aku bilang Om-ku dulu ya. Oh ya kamu kan udah tahu rumah ku kan? kamu nanti ke rumahku ya, katanya Om Indra nanti mau ke rumah (membawa kunci motor lalu naik motornya). Kamu mau nebeng nggak?
Tiara: Nggak usah kasihan kamu bolak-balik aku naik angkot aja! Dah...(Melambaikan tangan ke arah Arimbi)
Arimbi: Ya dah.....(memakai helm dan langsung tancap gas)
****************************************************************
Arimbi: (membaca What'sapp sambil bergumam) aku lagi OTW bim (mengetik tab nya dan bergumam) ok ati-ati ya.
Tiara: Mengetuk pintu (Assalamu'alaikum... assalamu'alaikum)
Arimbi: wa'alaikum salam yuk masuk (masuk ke rumah bersama Tiara) heeem pakdhe sama budhe ku lagi pada pergi nih jadi aku sendirian,Tapi Om Indra bentar lagi mau ke sini kok!
Tiara: Ya bim sebetulnya kalau jadi Detektif yang diperlukan apa aja sih?
Arimbi: Harus berani saat berhadapan dengan penjahat, terus kamu harus bisa nyelidiki kasus yang dihadapi, kita harus memperhatikan hal sekecil apapun di TKP, mengumpulkan bukti-bukti juga sih supaya kita tahu siapa pelakunya.
Tiara: (oh gitu ya) semoga aku bisa bantuin kamu ya, eh itu ada suara motor itu Om kamu kan?
Arimbi: Ya tadi udah aku what'sapp juga kok.
Om Indra: Asalamualaikum. Hallo bim besok dah mulai pindah sekolah lagi ya hohoho. oh jadi ini Tiara yang mau bantuin kamu?
Tiara: ya Om(salim)
Arimbi: Mau minum apa Om?
Om Indra: gampang Nanti aja om mau ngomong soal kasusnya dulu supaya kalian ada gambaran. Jadi gini Om Curiga kematian Suep sepertinya bukan bunuh diri, Tapi kalian yang perlu menganalisa siapa pelakunya. Kebetulan tempat TKP nya akan dijadikan kelas kalian jangan lupa besok Tiara juga ikutan pura-pura pindah sekolah.
Arimbi dan Tiara: Ya Om.
Om Indra: Kalian mau melihat korbannya langsung nggak? Nggak takut melihat mayat kan?
Arimbi dan Tiara : (Saling berpandangan)
Arimbi: Kita harus berani Om mau nggak mau.
*****************************************************************
Di Tempat Kejadian Perkara(ruang teori 5, SMK Dr Sutomo)
Arimbi: heeem ada makanan disamping korban lalu ada kertas yang tulisannya,(memegang kertas disebelah mayat) "aku bosan hidup karena cintaku selalu ditolak." Makanan ini beracun om? Terus dia putus cinta gara-gara siapa?
Tiara: Lebay banget sampe bunuh diri heeem apa jangan-jangan kalau beneran dia bunuh diri mungkin racunnya ada di susu ya bau gelasnya kaya susu nih tapi rada-rada aneh coba kamu cium bim(memberikan gelas ke Bimbim)
Arimbi: Ya ra kaya da bau obat nya gitu kalau susu yang udah dua hari nggak gini kan?
Om Indra: Kamu pernah minum susu basi bim?
Arimbi: Pernah sih... eh salah! ya nggak sampe diminum juga om kalau udah semalam baunya sama nggak enaknya tapi nggak sampe bau obat juga kan? tapi ini obat atau racun sih?
Tiara: Bentar deh bim kalau diperhatiin nih mayat kaya direndem di bak apa ya? pucet banget? terus rambutnya kaya habis kering dari keramas gitu deh(memegang rambut) terus kalau dia bunuh diri gara-gara makanan massa buat apa tangan kirinya diplester? (melihat pergelangan tangan korban)
Om Indra: Sinih Om lihat(mengelotok plesternya) kalian perhatiin luka nya, urat nadinya kaya berkali-kali dipotong kan? biasanya cukup satu kali aja kalau orang bunuh diri terus yang ngasih plester siapa? hantu nggak mungkin kan pasti Suep dibunuh!
Arimbi: Betul, Ra yang namanya mayat kan pasti pucat dan dingin kan? badannya itu lho? tapi kalau diperhatiin bukan cuma rambutnya aja sih aku malah nggak acuh soal rambut Almarhum tapi baju korban juga ada noda darah dan kayanya habis di bersihin sama sabun dan meninggalkan bekas. Jadi ini semacam pembunuhan di ruang tertutup! bukan bunuh diri!
************************************************************
Naskah Film: Detektif Arimbi(lanjutan)
Tiga Hari berlalu. Pagi di Sekolah Saat Jam Istirahat
Soni: Hai kamu pindahan darimana ko?
Arimbi: Jakarta sama nih kaya Tiara ya kan?(menoleh ke Tiara)
Tiara: Uh.. ya hehehe disini mayoritas cowok ya?
Soni: Ya namanya juga STM mbak oh ya kalian nggak takut duduk disitu?
Arimbi dan Tiara: (mengernyutkan dahi pertanda bingung)
nggak kok kenapa sih?(bertanya hampir bersamaan)
Soni: nggak apa-apa sih tapi dulu Almarhum Suep teman kami bunuh diri sambil minum racun disitu.
Very: Udah deh nggak usah ngomong gitu kasihan son nanti cewek-cewek kece ini pada ngeri lagi.
Tiara: Biasa aja sih, kalau takut kan bisa baca doa!
Bel masuk pun berbunyi.
Bu Sinta: Baik anak-anak kita lanjutkan pelajarannya ya!
murid-murid: baik bu....
(5 jam kemudian)
Bu Sinta : Saya akhiri wasalamu'alikum Wr Wb.
murid-murid: Wa'alaikum salam Wr Wb.
Tiara: belum ada petunjuk siapa pelakunya.
Arimbi: betul. oh ya tadi di laci aku nemuin ini bungkus obat tidur, belum dibuang ternyata.
Tiara: Pelakunya memakai obat tidur untuk membius korban?
Arimbi: Ya, tapi kita perlu tanya sama penjaga sekolah karena dia yang mendobrak pintu kelas saat menemukan korban.
Tiara: Yuk kata Soni Pak Marwan biasanya belum pulang. Yuk kita cari beliau. (melangkah ke dekat ruang guru bersama Arimbi mencari Pak Marwan)
Pak Marwan: Ya neng saya yang menemukan almarhum Suep dan mendobrak pintu lalu saya secepatnya menelepon keluarganya dan Polisi, awalnya saya kira almarhum keracunan makanan tapi katanya di makanannya nggak ada racunnya.
Tiara: Bapak lihat ada orang lain nggak waktu melihat jasad suep.
Pak Marwan: Nggak sih neng cuma waktu itu kaya ada jejak kaki didekat keset.
Arimbi: kok kita gak lihat ya? Apa udah terhapus? besar atau nggak pak bekas sepatunya?
Pak Marwan: seukuran 42-43 lha neng.
Arimbi: Ya udah makasih pak (berjalan menuju parkiran dengan Tiara)
Tiara: apa kecurigaan kita selama ini benar? pelakunya adalah teman sekelas kita?
Arimbi: aku juga sependapat sama kamu sih.
Tiara: Terus kamu udah ada gambaran belum? siapa kira-kira yang patut dicurigai sebagai tersangka?
Arimbi: Apa cowo aneh itu? dia satu-satunya cewek yang hobby menyendiri dan jarang bergaul dikelas?ngomong sama kita aja nggak pernah.
Tiara: maksud kamu Hendra? cowok yang jago pelajaran IPA itu? tapi dia punya motif apa coba buat ngebunuh Suep? dia kan cuek sama semua orang meskipun terlihat tertutup.
Arimbi: Gini aja sebelum kejadian Suep terbunuh siapa aja temen-temen yang terakhir ninggalin sekolah?
Tiara:(berpikir sejenak) Hendra, Soni, Very, anak-anak KIR sama anak basket lain? kalau teman sekelas kita yang ikut ekskul pada hari itu ya cuma mereka bertiga. Kadang Suep pulang telat soalnya dia numpang Wi-Fi di Sekolah buat ngerjain Tugas atau sekedar browsing buat pelajaran.
Arimbi: Gimana kalau kita selidiki kamar mandi dulu sebelum pulang, karena waktu itu tubuh almarhum seperti direndam.
Tiara: Ayo siapa tahu disitu ada petunjuk (ke kamar mandi dengan Arimbi)
Tiara: Udah aku periksa nggak ada petunjuk apa-apa? soalnya udah dibersihin setiap pagi kan kamar mandinya.
Arimbi: Bentar deh, ini sapu tangan siapa? kok ada bercak darahnya? terus kamu perhatiin dulu deh di lantai dan tembok kamar mandi ini kaya ada bekas percikkan darah yang gak bisa hilang.
**************************************************
Om Indra: Maaf kami sengaja mengumpulkan kalian bertiga karena kalian kami curigai sebagai pelaku.
Soni: kita kan kawan baik Suep kenapa nggak mencurigai anak kelas lain aja sih? jangan sembarang nuduh dong.Mana mungkin kita berbuat sejauh itu.
Very: Lagian bukannya Suep bunuh diri?
Arimbi: Ada luka di urat nadinya dan diplester apa habis bunuh diri orang bisa memplester lukanya? pasti dia dibunuh
Tiara: kita akan percaya kalau kalian bertiga terbuktu nggak bersalah kalian kan masih punya alibi untuk menerangkan kalau kalian nggak bersalah.
Soni: Ok, gini ya habis eksul basket aku pulang sama Very sebelumnya sempat ketemu sama Suep aku tanya kamu pulang aja kenapa? tapi dia bilang dia lagi browsing buat tugas Bahasa Indonesia jadi aku langsung pulang aja.
Very: Ya kita ketemu Suep di Kantin dia mau beli gado-gado sama susu kesukaanya habis nganterin Soni ya aku langsung pulang lha.
Hendra: aku mungkin nggak akrab sama Suep dan teman yang lain tapi aku nggak pernah punya pikiran jahat sejauh itu. habis ekskul Robotic aku ngelihat Suep masuk kelas sambil bawa gado-gado dan Susu. Aku juga sempet masuk kelas nyari sapu tanganku yang hilang aku sempat tanya ke Suep juga tapi dia nggak tahu.
Tiara: Tunggu dulu apa saputangan ini? Jadi bener Bim kecurigaan kita kalau dia pelakunya soalnya sapu tangan yang ada bercak darahnya ini kan punya dia?
Hendra: betul tapi aku nggak kaya gitu.
Arimbi: Sebentar Ra, sebelumnya dia kan kehilangan sapu tangannya mungkin ada orang lain yang mengambil dan menggunakan sapu tangannya supaya kita mencurigai Hendra. Hen kamu misophobia ya? kamu nggak tahan sama tempat yang kotor bahkan berjabat tangan atau bersentuhan aja kamu nggak mau? makanya kamu butuh banget sapu tangan itu? aku perhatiin kamu juga suka bawa sapun cuci tangan ke Sekolah dan sering banget cuci tangan. jadi dia bukan pelakunya selain dia nggak punya dendam sama Suep dia juga takut sama darah.
Hendra: ya maaf kalau aku jaga jarak sampe segitunya sama kalian aku tahu susah buat sembuh dari kelainan ini tapi dua hari lagi aku mau ke psikiater kok.
Very: terus siapa jelas-jelas itu sapu tangan dia bisa aja dia beralasan kan?
Tiara: petunjuknya ada pada susu yang diminum korban susu tersebut dicampur dengan obat tidur dan kebetulan bungkusnya tertinggal di laci, lalu mungkin kalian heran mengapa korban awalnya seperti mati bunuh diri minum racun tapi makanan korban malah nggak beracun. Suep memang bukan mati keracunan tapi kehabisan darah. Setelah dibius si pelaku membawa korban ke kamar mandi dan dengan jahatnya merendam tubuh korban dengan air hangat, setelah dia memotong urat nadi korban.
Arimbi: saat urat nadinya putus darahpun berceceran dimana-mana, dalam keadaan berlumuran darah si pelaku sengaja membersihkan darah korban dengan sapu tangan hendra untuk mengkambinghitamkan Hendra. setelah korban meninggal karena kehabisan darah dia mengunci kamar mandi dan meletakkan korban di kelas lalu menghandukinya dan memakaikan seragam korban. Lalu kamu mengunci kelas dari dalam dan keluar lewat jendela, karena itu ada satu jendela yang nggak dikunci.
Tiara: lalu di secarik kertas dia menuliskan kalimat "aku bosan hidup karena cintaku selalu ditolak." Tulisan itu sekilas kaya tulisan Suep makanya kita bingung kan Suep ini mati bunuh diri atau dibunuh tapi kalau diperhatikan lagi ini seperti tulisan teman sebangkunya perbedaanya ada pada huruf A Suep kalau nulis huruf A nggak kaya gini kan?dia nulis huruf A seperti huruf A latin.
Arimbi: Karena tulisan A seperti itu cuma ditulis sama Very, jadi kamu pelakunya Ver. Sayangnya kamu malah dengan sengaja menempelkan plester di pergelangan tangannya yang membuat kami semakin yakin ini kasus pembunuhan Ver! lalu kamu juga nggak sadar mengelap darah suep pakai dasimu sendiri(membalik dasi Very yang ada bekas darahnya). selain itu di sapu tangan Hendra juga ada sidik jarimu. buktinya udah jelas.
Very: (menahan amarah dengan mengepalkan tangan) kalian kan tahu habis aku anter soni aku langsung pulang!
Tiara: Ya habis anterin Soni kamu emang pamit pulang ke Soni padahal kamu bohong kamu balik ke Sekolah untuk rencanain ini semua, maka alibimu terlihat sempurnaSaat kamu mau menaruh obat tidur pada susu Suep kamu juga mengalihkan perhatian ibu kanti bilang kalau sepedanya gembes kan? jadi saat ibu kantin meninggalkan warungnya tanpa sepengetahuan yang lain kamu mencampur obat tidur kamu pakai sarung tangan ini kan? sorry ya ini ku ambil tadi, di tas kamu.
Very: (Teriak) pokoknya aku nggak mau dipenjara(memberontak dan lompat ke luar jendela)
Tiara: eh tunggu, bim kejar donk!
Arimbi: ya ayo(keluar ngejar Very).
Arimbi: (menghadang Very) eh, mau kemana kamu.
Very: (berusaha meninju dan menendang Arimbi)
Arimbi: (menangkis dan menghindar dia segera menendang perut Very dan meninju ulu hatinya)
Very: Sialan!(dia segera membalas dengan menendang Arimbi)
Tiara: Bim nggak apa-apa kan? sorry telat( meninju dagu Very lalu meninju ulu hatinya habis-habisan, karena nggak tega langsung aja memborgolnya dan menyerahkan dia ke Om Indra)
Soni: Bim kamu nggak apa-apa kan?
Arimbi: kamu santai aja aku bisa tahan sakit ko?
Soni: aku pengin tahu kenapa kamu bunuh Suep?
Very: (Sambil Teriak) karena dia udah Rebut Wendy dari aku!
Soni: Kamu salah Ver! Wendy yang naksir Suep, tapi Suep berulang kali menolaknya demi kamu! Kenapa kamu nggak pernah percaya dia?
Very: kamu pasti bohong, kamu pasti bohong!(menatap ke langit-langit dan menyesal)
Epilog
Bukan cuma Tiara yang takut waktu itu, tapi aku juga takut aku nggak mau alami hal yang sama-jangan sampai terjadi-hal yang aku takutkan bukan hanya kesalahpahaman yang berujung malapetaka, tapi semua ini tentang pengkhianatan yang sebetulnya nggak pernah terjadi! ketika seorang sahabat dianggap berkhianat, karena dendam dan amarah pembunuhan dalam persahabatan bisa terjadi. Iblis seolah menipu kita dan membuat kita menjadi orang pertama yang menyebabkan dan menyaksikan sahabat kita mati! maka sayangilah sahabatmu dan dengarkanlah dia saat ingin menjelaskan suatu perkara!
Saat ku bercermin aku tahu aku nggak cantik-cantik banget dan aku sadar semua aksiku nggak secerdik Sherlock Holmes, juga nggak sehebat James Bond. Tapi itu semua adalah tokoh fiktif sedangkan aku berhadapan dengan realita. Kasus yang kuhadapi ini akan segera ku tuntaskan!
Tiara: Jadi nama asli kamu Arimbi?
Arimbi: Ya kamu bisa panggil aku Bimbim kalau kamu mau (sambil menyilakan rambut dan merapikan poni)
Tiara: Kamu mau pindah sekolah lagi ya? emang kamu nggak capek? sekolah sama jadi detektif?
Arimbi: Nggak pindah sih, aku dapat tugas harian gitu dari sekolahku yang asli di Jakarta. Selama menjalani Misi-ku aku pura-pura jadi pelajar di sekolah tersebut. Aku cerita cuma sama kamu lho ya, Aku mau pindah ke SMK Dr Sutomo. Soalnya ada kasus Bunuh Diri disana. Oh ya soal Tari dia cuma diberi sangsi sama kepala sekolah dia harus di keluarin sama di pindahkan, dan dia milih pindah keluar kota mungkin.
Tiara: Oh jadi sekolahmu nggak pindah ke Jakarta ya? heem udah lha biarin nggak usah bahas Tari dia pasti akan jalani kehidupan yang lebih baik lagi, dengan pindah sekolah mungkin dia bisa move on dari keadaan. (Berdiri lalu membuang bungkus es). Bim aku bingung gimana ya aku bayar utang mu yang separuh lagi? heeem aku boleh nggak jadi partner kamu? hohoho tapi aku juga butuh uang , serius!
Arimbi: Aku sih mau aja, jujur aku lebih suka kerja bareng daripada sendirian. Tapi aku bilang Om-ku dulu ya. Oh ya kamu kan udah tahu rumah ku kan? kamu nanti ke rumahku ya, katanya Om Indra nanti mau ke rumah (membawa kunci motor lalu naik motornya). Kamu mau nebeng nggak?
Tiara: Nggak usah kasihan kamu bolak-balik aku naik angkot aja! Dah...(Melambaikan tangan ke arah Arimbi)
Arimbi: Ya dah.....(memakai helm dan langsung tancap gas)
****************************************************************
Arimbi: (membaca What'sapp sambil bergumam) aku lagi OTW bim (mengetik tab nya dan bergumam) ok ati-ati ya.
Tiara: Mengetuk pintu (Assalamu'alaikum... assalamu'alaikum)
Arimbi: wa'alaikum salam yuk masuk (masuk ke rumah bersama Tiara) heeem pakdhe sama budhe ku lagi pada pergi nih jadi aku sendirian,Tapi Om Indra bentar lagi mau ke sini kok!
Tiara: Ya bim sebetulnya kalau jadi Detektif yang diperlukan apa aja sih?
Arimbi: Harus berani saat berhadapan dengan penjahat, terus kamu harus bisa nyelidiki kasus yang dihadapi, kita harus memperhatikan hal sekecil apapun di TKP, mengumpulkan bukti-bukti juga sih supaya kita tahu siapa pelakunya.
Tiara: (oh gitu ya) semoga aku bisa bantuin kamu ya, eh itu ada suara motor itu Om kamu kan?
Arimbi: Ya tadi udah aku what'sapp juga kok.
Om Indra: Asalamualaikum. Hallo bim besok dah mulai pindah sekolah lagi ya hohoho. oh jadi ini Tiara yang mau bantuin kamu?
Tiara: ya Om(salim)
Arimbi: Mau minum apa Om?
Om Indra: gampang Nanti aja om mau ngomong soal kasusnya dulu supaya kalian ada gambaran. Jadi gini Om Curiga kematian Suep sepertinya bukan bunuh diri, Tapi kalian yang perlu menganalisa siapa pelakunya. Kebetulan tempat TKP nya akan dijadikan kelas kalian jangan lupa besok Tiara juga ikutan pura-pura pindah sekolah.
Arimbi dan Tiara: Ya Om.
Om Indra: Kalian mau melihat korbannya langsung nggak? Nggak takut melihat mayat kan?
Arimbi dan Tiara : (Saling berpandangan)
Arimbi: Kita harus berani Om mau nggak mau.
*****************************************************************
Di Tempat Kejadian Perkara(ruang teori 5, SMK Dr Sutomo)
Arimbi: heeem ada makanan disamping korban lalu ada kertas yang tulisannya,(memegang kertas disebelah mayat) "aku bosan hidup karena cintaku selalu ditolak." Makanan ini beracun om? Terus dia putus cinta gara-gara siapa?
Tiara: Lebay banget sampe bunuh diri heeem apa jangan-jangan kalau beneran dia bunuh diri mungkin racunnya ada di susu ya bau gelasnya kaya susu nih tapi rada-rada aneh coba kamu cium bim(memberikan gelas ke Bimbim)
Arimbi: Ya ra kaya da bau obat nya gitu kalau susu yang udah dua hari nggak gini kan?
Om Indra: Kamu pernah minum susu basi bim?
Arimbi: Pernah sih... eh salah! ya nggak sampe diminum juga om kalau udah semalam baunya sama nggak enaknya tapi nggak sampe bau obat juga kan? tapi ini obat atau racun sih?
Tiara: Bentar deh bim kalau diperhatiin nih mayat kaya direndem di bak apa ya? pucet banget? terus rambutnya kaya habis kering dari keramas gitu deh(memegang rambut) terus kalau dia bunuh diri gara-gara makanan massa buat apa tangan kirinya diplester? (melihat pergelangan tangan korban)
Om Indra: Sinih Om lihat(mengelotok plesternya) kalian perhatiin luka nya, urat nadinya kaya berkali-kali dipotong kan? biasanya cukup satu kali aja kalau orang bunuh diri terus yang ngasih plester siapa? hantu nggak mungkin kan pasti Suep dibunuh!
Arimbi: Betul, Ra yang namanya mayat kan pasti pucat dan dingin kan? badannya itu lho? tapi kalau diperhatiin bukan cuma rambutnya aja sih aku malah nggak acuh soal rambut Almarhum tapi baju korban juga ada noda darah dan kayanya habis di bersihin sama sabun dan meninggalkan bekas. Jadi ini semacam pembunuhan di ruang tertutup! bukan bunuh diri!
************************************************************
Naskah Film: Detektif Arimbi(lanjutan)
Tiga Hari berlalu. Pagi di Sekolah Saat Jam Istirahat
Soni: Hai kamu pindahan darimana ko?
Arimbi: Jakarta sama nih kaya Tiara ya kan?(menoleh ke Tiara)
Tiara: Uh.. ya hehehe disini mayoritas cowok ya?
Soni: Ya namanya juga STM mbak oh ya kalian nggak takut duduk disitu?
Arimbi dan Tiara: (mengernyutkan dahi pertanda bingung)
nggak kok kenapa sih?(bertanya hampir bersamaan)
Soni: nggak apa-apa sih tapi dulu Almarhum Suep teman kami bunuh diri sambil minum racun disitu.
Very: Udah deh nggak usah ngomong gitu kasihan son nanti cewek-cewek kece ini pada ngeri lagi.
Tiara: Biasa aja sih, kalau takut kan bisa baca doa!
Bel masuk pun berbunyi.
Bu Sinta: Baik anak-anak kita lanjutkan pelajarannya ya!
murid-murid: baik bu....
(5 jam kemudian)
Bu Sinta : Saya akhiri wasalamu'alikum Wr Wb.
murid-murid: Wa'alaikum salam Wr Wb.
Tiara: belum ada petunjuk siapa pelakunya.
Arimbi: betul. oh ya tadi di laci aku nemuin ini bungkus obat tidur, belum dibuang ternyata.
Tiara: Pelakunya memakai obat tidur untuk membius korban?
Arimbi: Ya, tapi kita perlu tanya sama penjaga sekolah karena dia yang mendobrak pintu kelas saat menemukan korban.
Tiara: Yuk kata Soni Pak Marwan biasanya belum pulang. Yuk kita cari beliau. (melangkah ke dekat ruang guru bersama Arimbi mencari Pak Marwan)
Pak Marwan: Ya neng saya yang menemukan almarhum Suep dan mendobrak pintu lalu saya secepatnya menelepon keluarganya dan Polisi, awalnya saya kira almarhum keracunan makanan tapi katanya di makanannya nggak ada racunnya.
Tiara: Bapak lihat ada orang lain nggak waktu melihat jasad suep.
Pak Marwan: Nggak sih neng cuma waktu itu kaya ada jejak kaki didekat keset.
Arimbi: kok kita gak lihat ya? Apa udah terhapus? besar atau nggak pak bekas sepatunya?
Pak Marwan: seukuran 42-43 lha neng.
Arimbi: Ya udah makasih pak (berjalan menuju parkiran dengan Tiara)
Tiara: apa kecurigaan kita selama ini benar? pelakunya adalah teman sekelas kita?
Arimbi: aku juga sependapat sama kamu sih.
Tiara: Terus kamu udah ada gambaran belum? siapa kira-kira yang patut dicurigai sebagai tersangka?
Arimbi: Apa cowo aneh itu? dia satu-satunya cewek yang hobby menyendiri dan jarang bergaul dikelas?ngomong sama kita aja nggak pernah.
Tiara: maksud kamu Hendra? cowok yang jago pelajaran IPA itu? tapi dia punya motif apa coba buat ngebunuh Suep? dia kan cuek sama semua orang meskipun terlihat tertutup.
Arimbi: Gini aja sebelum kejadian Suep terbunuh siapa aja temen-temen yang terakhir ninggalin sekolah?
Tiara:(berpikir sejenak) Hendra, Soni, Very, anak-anak KIR sama anak basket lain? kalau teman sekelas kita yang ikut ekskul pada hari itu ya cuma mereka bertiga. Kadang Suep pulang telat soalnya dia numpang Wi-Fi di Sekolah buat ngerjain Tugas atau sekedar browsing buat pelajaran.
Arimbi: Gimana kalau kita selidiki kamar mandi dulu sebelum pulang, karena waktu itu tubuh almarhum seperti direndam.
Tiara: Ayo siapa tahu disitu ada petunjuk (ke kamar mandi dengan Arimbi)
Tiara: Udah aku periksa nggak ada petunjuk apa-apa? soalnya udah dibersihin setiap pagi kan kamar mandinya.
Arimbi: Bentar deh, ini sapu tangan siapa? kok ada bercak darahnya? terus kamu perhatiin dulu deh di lantai dan tembok kamar mandi ini kaya ada bekas percikkan darah yang gak bisa hilang.
**************************************************
Om Indra: Maaf kami sengaja mengumpulkan kalian bertiga karena kalian kami curigai sebagai pelaku.
Soni: kita kan kawan baik Suep kenapa nggak mencurigai anak kelas lain aja sih? jangan sembarang nuduh dong.Mana mungkin kita berbuat sejauh itu.
Very: Lagian bukannya Suep bunuh diri?
Arimbi: Ada luka di urat nadinya dan diplester apa habis bunuh diri orang bisa memplester lukanya? pasti dia dibunuh
Tiara: kita akan percaya kalau kalian bertiga terbuktu nggak bersalah kalian kan masih punya alibi untuk menerangkan kalau kalian nggak bersalah.
Soni: Ok, gini ya habis eksul basket aku pulang sama Very sebelumnya sempat ketemu sama Suep aku tanya kamu pulang aja kenapa? tapi dia bilang dia lagi browsing buat tugas Bahasa Indonesia jadi aku langsung pulang aja.
Very: Ya kita ketemu Suep di Kantin dia mau beli gado-gado sama susu kesukaanya habis nganterin Soni ya aku langsung pulang lha.
Hendra: aku mungkin nggak akrab sama Suep dan teman yang lain tapi aku nggak pernah punya pikiran jahat sejauh itu. habis ekskul Robotic aku ngelihat Suep masuk kelas sambil bawa gado-gado dan Susu. Aku juga sempet masuk kelas nyari sapu tanganku yang hilang aku sempat tanya ke Suep juga tapi dia nggak tahu.
Tiara: Tunggu dulu apa saputangan ini? Jadi bener Bim kecurigaan kita kalau dia pelakunya soalnya sapu tangan yang ada bercak darahnya ini kan punya dia?
Hendra: betul tapi aku nggak kaya gitu.
Arimbi: Sebentar Ra, sebelumnya dia kan kehilangan sapu tangannya mungkin ada orang lain yang mengambil dan menggunakan sapu tangannya supaya kita mencurigai Hendra. Hen kamu misophobia ya? kamu nggak tahan sama tempat yang kotor bahkan berjabat tangan atau bersentuhan aja kamu nggak mau? makanya kamu butuh banget sapu tangan itu? aku perhatiin kamu juga suka bawa sapun cuci tangan ke Sekolah dan sering banget cuci tangan. jadi dia bukan pelakunya selain dia nggak punya dendam sama Suep dia juga takut sama darah.
Hendra: ya maaf kalau aku jaga jarak sampe segitunya sama kalian aku tahu susah buat sembuh dari kelainan ini tapi dua hari lagi aku mau ke psikiater kok.
Very: terus siapa jelas-jelas itu sapu tangan dia bisa aja dia beralasan kan?
Tiara: petunjuknya ada pada susu yang diminum korban susu tersebut dicampur dengan obat tidur dan kebetulan bungkusnya tertinggal di laci, lalu mungkin kalian heran mengapa korban awalnya seperti mati bunuh diri minum racun tapi makanan korban malah nggak beracun. Suep memang bukan mati keracunan tapi kehabisan darah. Setelah dibius si pelaku membawa korban ke kamar mandi dan dengan jahatnya merendam tubuh korban dengan air hangat, setelah dia memotong urat nadi korban.
Arimbi: saat urat nadinya putus darahpun berceceran dimana-mana, dalam keadaan berlumuran darah si pelaku sengaja membersihkan darah korban dengan sapu tangan hendra untuk mengkambinghitamkan Hendra. setelah korban meninggal karena kehabisan darah dia mengunci kamar mandi dan meletakkan korban di kelas lalu menghandukinya dan memakaikan seragam korban. Lalu kamu mengunci kelas dari dalam dan keluar lewat jendela, karena itu ada satu jendela yang nggak dikunci.
Tiara: lalu di secarik kertas dia menuliskan kalimat "aku bosan hidup karena cintaku selalu ditolak." Tulisan itu sekilas kaya tulisan Suep makanya kita bingung kan Suep ini mati bunuh diri atau dibunuh tapi kalau diperhatikan lagi ini seperti tulisan teman sebangkunya perbedaanya ada pada huruf A Suep kalau nulis huruf A nggak kaya gini kan?dia nulis huruf A seperti huruf A latin.
Arimbi: Karena tulisan A seperti itu cuma ditulis sama Very, jadi kamu pelakunya Ver. Sayangnya kamu malah dengan sengaja menempelkan plester di pergelangan tangannya yang membuat kami semakin yakin ini kasus pembunuhan Ver! lalu kamu juga nggak sadar mengelap darah suep pakai dasimu sendiri(membalik dasi Very yang ada bekas darahnya). selain itu di sapu tangan Hendra juga ada sidik jarimu. buktinya udah jelas.
Very: (menahan amarah dengan mengepalkan tangan) kalian kan tahu habis aku anter soni aku langsung pulang!
Tiara: Ya habis anterin Soni kamu emang pamit pulang ke Soni padahal kamu bohong kamu balik ke Sekolah untuk rencanain ini semua, maka alibimu terlihat sempurnaSaat kamu mau menaruh obat tidur pada susu Suep kamu juga mengalihkan perhatian ibu kanti bilang kalau sepedanya gembes kan? jadi saat ibu kantin meninggalkan warungnya tanpa sepengetahuan yang lain kamu mencampur obat tidur kamu pakai sarung tangan ini kan? sorry ya ini ku ambil tadi, di tas kamu.
Very: (Teriak) pokoknya aku nggak mau dipenjara(memberontak dan lompat ke luar jendela)
Tiara: eh tunggu, bim kejar donk!
Arimbi: ya ayo(keluar ngejar Very).
Arimbi: (menghadang Very) eh, mau kemana kamu.
Very: (berusaha meninju dan menendang Arimbi)
Arimbi: (menangkis dan menghindar dia segera menendang perut Very dan meninju ulu hatinya)
Very: Sialan!(dia segera membalas dengan menendang Arimbi)
Tiara: Bim nggak apa-apa kan? sorry telat( meninju dagu Very lalu meninju ulu hatinya habis-habisan, karena nggak tega langsung aja memborgolnya dan menyerahkan dia ke Om Indra)
Soni: Bim kamu nggak apa-apa kan?
Arimbi: kamu santai aja aku bisa tahan sakit ko?
Soni: aku pengin tahu kenapa kamu bunuh Suep?
Very: (Sambil Teriak) karena dia udah Rebut Wendy dari aku!
Soni: Kamu salah Ver! Wendy yang naksir Suep, tapi Suep berulang kali menolaknya demi kamu! Kenapa kamu nggak pernah percaya dia?
Very: kamu pasti bohong, kamu pasti bohong!(menatap ke langit-langit dan menyesal)
Epilog
Bukan cuma Tiara yang takut waktu itu, tapi aku juga takut aku nggak mau alami hal yang sama-jangan sampai terjadi-hal yang aku takutkan bukan hanya kesalahpahaman yang berujung malapetaka, tapi semua ini tentang pengkhianatan yang sebetulnya nggak pernah terjadi! ketika seorang sahabat dianggap berkhianat, karena dendam dan amarah pembunuhan dalam persahabatan bisa terjadi. Iblis seolah menipu kita dan membuat kita menjadi orang pertama yang menyebabkan dan menyaksikan sahabat kita mati! maka sayangilah sahabatmu dan dengarkanlah dia saat ingin menjelaskan suatu perkara!
Tuesday, 19 January 2016
Salam Perkenalan
Perkenalkan aku Cherisa admin dari blognya Muhammad Arwani, salam kenal ya guys! jadi mulai sekarang daripada nih blogger jadi sepi aku bakalan "meramaikan" blog ini dengan berbagai tulisan yang aku posting semoga pembaca banyak yang mampir di bloggernya kawanku ini. Oh ya, By the way Cheris lagi sedih banget nih 'cause kemaren di awal tahun Cheris putus sama mantan Cheris :'-( huhuhu, sekarang Cheris juga belum bisa 100% move on, tapi Cheris lagi berusaha nih guys biar jadi pribadi yang lebih baik lagi dari tahun ke tahun. Cheris punya beberapa rencana nih tentang tulis-menulis di Internet:
1. Menyelesaikan Naskah Film Detektif Arimbi
2. Buat Cerita Remaja Islami
3. Buat Naskah film Remaja Islami
4.Buat Review/artikel tentang Remaja(baik musik,fashion,tips,dll)
5. Menyelesaikan cerbung Cheris yang belum selesai
6. Membuat cerita fantasy.
Nah itu beberapa rencana yang Cheris mau lakukan di awal tahun, oh ya doa'in ya semoga Cheris cepet kerja hohoho bosan nganggur nih. Sekian dulu teman dilanjut besok ya.
Monday, 18 January 2016
Cerita Pengalaman: Gara-gara Hacker
Oleh: Cheriesa MK
Dua hari yg lalu gue sial banget, gue bener-bener gak nyangka ada orang yg kasarin gue cuma gara-gara masalah salah paham cewek lagi! Kalau gue ngomong dalam bahasa jawa "aku ora peduli diomong kasar nang wong liya amarga wis biasa diomong kaya kuwe nang wong tua ku." Sebetulnya gue masih mangkel sama si Dewi(bukan nama sebenarnya) dia pacar temennya mantan gue. Jadi ada yg bajak fb gue dan inbox evi pacar mantan gue bilang kalau gue disuruh Dewi jelek-jelekin Galang (mantan gue). Padahal jelas-jelas fb gue dibajak orang.
Setelah gue invite pin bb dewi dan gue coba jelasin ke dia sampe gue maaf-maaf segala.akhirnya dia percaya meskipun yg bikin gue kesel dia gak minta maaf ke gue atau gimana karena udah ngomong kasar ke gue. Emang dasar sifatnya yg bener-bener "athos" jadi dia pasti susah buat minta maaf ke gue. Udah difitnah dikasarin pula. Terus karena kemauan dewi gue bilang ke evi gue jelasin ke dia kalau Facebook ku dibajak, gue juga gak lupa untuk minta maaf.
Besoknya dia telepon gue. Gue bersyukur banget kalau dia percaya sama gue.
"Hallo"
"Ya, hallo?"
"Ini cheries ya?"
"Ya ini siapa?"
" ini aku evi"
"Ada apa ya mba aku kan udah jelasin semuanya?"
"Ya aku percaya kok aku cuma mau tanya kamu ada hubungan apa sama galang?"
"heem aku mantannya mba, tapi udah lama putus"
"Kalian pacaran berapa lama?"
"Dari sebelum puasa, sampai bulan agustus udah agak lupa sih tiga blan lha"
"Apa dia gak kasih tahu kamu kalau aku dah lama tunangan sama aku?"
"Hah? Nggak mba...dia palah gak pernah cerita ke aku kalau udah tunangan sama aku?"
"Apa ya? Aku pernah tanya tentang kamu ke galang kok galang gak pernah mau ngaku ya? Katane gak kenal kamu? Aku sakit banget tahu"
"Lha terus gimana mba? Maafin aku ya mba aku nggak tahu apa-apa beneran"
"Nggak. Aku nggak nyalahin kamu aku cma ngerasa sakit aja sama gala kamu tahu kan gimana perasaan ku kita kan sama-sama cewek. Aku juga lagi bingung tadi malem aku ribut sama dewi, gara-gara masalah inbox fb u"
"Sama aku juga dilabrak ma dia.tapi aku udah jelasin ke dia fb ku dibajak."
"Oh ya dulu aku pernah telepon kamu kok gak diangkat?aku pengin tahu hubungan kamu sama galang."
"Kapan mba? Waktu aku lg sama galang pa ya? Eemz aku kira palah Dewi yg tlp 'cause ngakunya dia pacar Ramon(temennya Galang). Terus waktu ku tunjukkin ke galang, galang yg sms telp lagi ke nope kamu terus palah simcard ku dibuang jadinya ya udah besoknya langsung tak duplikat."
"Jadi gitu galang tahu kalau aku yg telepon terus langsung putusin kamu. Tadinya aku tahu informasi tentang kamu dari dewi. Dia cerita terus tentang kamu ke aku sampe aku dapet nope mu dari Rahmat."
"Mngkin karena itu galang putusin aku. Tapi selain itu aku jga bikin dia marah and putusin aku."
"Lho kok gitu?"
"Soalnya aku mangkel pacaran sama dia, dia ngakunya gk boleh bawa motor jadi kalau kemana-mana pake motorku terus kalau mba jalan ma diapake motor mba ya?"
"Ya pake motor dia, tapi ku seringnya pacarannya lewat hp jarang ketemu..heem pantesan waktu ku pulang dari Singapore dia kelihatan nggak seneng banget. Eh, sebentar ya jangan ditutup aku mau tlp galang."
"Ya mba"
Tuut....tuuut...tuuut..
"Gak diangkat koh, Mungkin lagi kerja."
"Ya mungkin lagi kerja."
"Udah dulu ya makasih."
"Ya sama-sama."
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Kesimpulannya jangan lupa log out fb lho kalau elo log in diwarnet and jangan kasih tahu e-mail and pass fb lo, mungkin karena waktu itu gue kasih e-mail and pass gue ke Galang. Mungkin aja dia hacker nya. Mungkin.
PS: cerita ini berdasarkan pengalaman aneh, menyeramkan, dan tidak menyenangkan dari kisah nyata kehidupan saya. semua yg nama-nama pihak yg bersangkutan menggunakan nama samaran.
Subscribe to:
Posts (Atom)