Pages

Saturday, 28 April 2012

Clapperboard Penting untuk Pengambilan Gambar

Clapperboard Penting untuk Pengambilan Gambar


TENTUNYA kamu pernah melihat pengambilan gambar sebuah film, baik yang sungguhan ataupun versi rekayasa dalam acara TV dan film. Pada tiap awal sebuah adegan, selalu ada seorang kru film yang menghadap kamera yang menyampaikan informasi mengenai adegan yang akan diambil menggunakan sebuah papan. Papan tersebut biasanya memiliki semacam jepitan yang terletak di bagian atasnya, seperti sebuah gunting, dan mengeluarkan suaran `clap` saat keduanya saling diketukkan.
Clapperboard, itulah benda yang belia maksud. Disebut demikian karena suara yang dihasilkannya seperti orang yang melakukan clap (tepuk tangan). Benda ini digunakan dalam tiap kali rekaman film, video, atau TV untuk kemudahan video editing dan juga penyelarasan suara dengan video. Penggunaannya biasanya diiringi dengan pernyataan dari kru film tentang detail adegan yang akan diambil, sembari mengayunkan clapperboard ke depan kamera.
Kenapa benda ini menjadi sangat penting dalam produksi sebuah film? Karena clapperboard digunakan sebagai rujukan tanda untuk editor film baik dari aspek gambar, ataupun suara. Dengan adanya suara "clap", sound editor akan menggunakannya untuk menyelaraskan audio yang diambil dengan video-nya. Mungkin kamu belum tahu, pada produksi film berbudget tinggi, track audio direkam terpisah dengan track video, sehingga perlu penyelarasan yang tepat saat proses editing untuk menghasilkan film yang baik.
Selain itu, clapper juga digunakan untuk menginformasikan beberapa data mengenai suatu adegan tertentu, dan informasi ini diperlukan untuk kepentingan editing. Mulai dari durasi, nomor/nama adegan, tanggal pengambilan gambar, dan nomor urut pengambilan gambar.
Sejatinya, clapper menggunakan bahan yang terbuat dari papan biasa, dicat hitam, dan memiliki karakteristik seperti layaknya sebuah papan tulis, agar bisa ditulis-hapus menggunakan kapur tulis. Namun, pada perkembangannya, sejumlah perusahaan manufacturing mulai memproduksi clapperboar digital, yang mampu mencatatkan beberapa informasi yang perlu disampaikan dalam format digital.
Nah, buat kamu-kamu yang pengen memulai karier sebagai moviemaker, clapperboard sebenernya adalah sebuah alat yang sangat penting, terutama untuk kepentingan editing. Namun, perannya dapat digantikan dengan secarik kertas, dan juga suara dari kru film yang kebagian tanggung jawab memegang clapper tersebut

Kamu mungkin pernah melihat proses pengambilan gambar suatu film atau video klip di televisi. Dalam proses pengambilan gambar tersebut, kamu akan melihat seorang kru membawa sebuah papan yang diletakkan di depan aktor atau aktris dan mengatupnya ketika sutradara berteriak Action!!! Taukah kamu apa fungsi dari papan tersebut?
Pada waktu kamu merekam dengan menggunakan kamera video perekam, gambar dan suara akan menjadi selaras karena direkam pada pita yang sama. Akan tetapi, ketika membuat film, gambar-gambar dan suaranya direkam secara terpisah. Gambar direkam pada film dengan kamera, dan suaranya direkam ke dalam tape perkam analog digital yang terpisah (atau akhir-akhir ini pada tape digital, seperti tape DAT). karena gambar dan suranya direkam pada 2 bagian yang berbea, kamu memerlukan cara untuk menyelaraskannya.
Clapperboard adalah cara tradisional untuk menangani proses peyelarasan atau sinkronisasi. Bagian bawah clapperboard biasanya berupa papan yang digunakan untuk menuliskan adegan dengan angka. Informasi ini membantu mengidentifikasi pengambilan gambar selama proses editing.. begitu tape recorder dan kamera berputar, operator clapperboard menempatkan clapperboard di depan kamera sehingga kamera dapat melihat, membaca adegannya

Mungkin anda sudah mendengar dan melihat istilah CLAPPERBOARD yang di gunakan d tempat syuting sebelum kamera merekam sebuah adega. CLAPPERBOARD terbuat dari papan hitam yang memberikan informasi tentang sinkronisasi sebuah adegan agar mempermudah kerja bagian editing dan penata suara dan pihak – pihak lainnya. Suntingan kelak disesuaikan dengan skenario yang mengandalkan tulisan – tulisan yang ada di CLAPPERBOARD.

Scene : Peletakan nomor adegan yang tertera pada skenario.
Take : Menunjukan jumlah take yang dipakai.
Sound : Kotak ini menunjukan apakan adegan yang sedang digarap mengunakan sound atau tidak.
Prod : Judul Film
Dir : Nama Sutradara
Date : Tanggal syuting
Camera : Nama penata kamera
Int dan Ext :Adegan dilaksanakan di dal
1 Kamu mungkin pernah melihat proses pengambilan gambar suatu film atau video klip di televisi. Dalam proses pengambilan gambar tersebut, kamu akan melihat seorang kru membawa sebuah papan yang diletakkan di depan aktor atau aktris dan mengatupnya ketika sutradara berteriak Action!!! Taukah kamu apa fungsi dari papan tersebut?
Pada waktu kamu merekam dengan menggunakan kamera video perekam, gambar dan suara akan menjadi selaras karena direkam pada pita yang sama. Akan tetapi, ketika membuat film, gambar-gambar dan suaranya direkam secara terpisah. Gambar direkam pada film dengan kamera, dan suaranya direkam ke dalam tape perkam analog digital yang terpisah (atau akhir-akhir ini pada tape digital, seperti tape DAT). karena gambar dan suranya direkam pada 2 bagian yang berbea, kamu memerlukan cara untuk menyelaraskannya.
Clapperboard adalah cara tradisional untuk menangani proses peyelarasan atau sinkronisasi. Bagian bawah clapperboard biasanya berupa papan yang digunakan untuk menuliskan adegan dengan angka. Informasi ini membantu mengidentifikasi pengambilan gambar selama proses editing.. begitu tape recorder dan kamera berputar, operator clapperboard menempatkan clapperboard di depan kamera sehingga kamera dapat melihat, membaca adegannya

IKLAN

Search This Blog