Pages

Tuesday, 26 January 2016

Naskah Film: Detektif Arimbi

Prolog
Saat ku bercermin aku tahu aku nggak cantik-cantik banget dan aku sadar semua aksiku nggak secerdik Sherlock Holmes, juga nggak sehebat James Bond. Tapi itu semua adalah tokoh fiktif sedangkan aku berhadapan dengan realita. Kasus yang kuhadapi ini akan segera ku tuntaskan!

Tiara: Jadi nama asli kamu Arimbi?
Arimbi: Ya kamu bisa panggil aku Bimbim kalau kamu mau (sambil menyilakan rambut dan merapikan poni)
Tiara: Kamu mau pindah sekolah lagi ya? emang kamu nggak capek? sekolah sama jadi detektif?
Arimbi: Nggak pindah sih, aku dapat tugas harian gitu dari sekolahku yang asli di Jakarta. Selama menjalani Misi-ku aku pura-pura jadi pelajar di sekolah tersebut. Aku cerita cuma sama kamu lho ya, Aku mau pindah ke SMK Dr Sutomo. Soalnya ada kasus Bunuh Diri disana. Oh ya soal Tari dia cuma diberi sangsi sama kepala sekolah dia harus di keluarin sama di pindahkan, dan dia milih pindah keluar kota mungkin.

Tiara: Oh jadi sekolahmu nggak pindah ke Jakarta ya? heem udah lha biarin nggak usah bahas Tari dia pasti akan jalani kehidupan yang lebih baik lagi, dengan pindah sekolah mungkin dia bisa move on dari keadaan. (Berdiri lalu membuang bungkus es). Bim aku bingung gimana ya aku bayar utang mu yang separuh lagi? heeem aku boleh nggak jadi partner kamu? hohoho tapi aku juga butuh uang , serius!

Arimbi: Aku sih mau aja, jujur aku lebih suka kerja bareng daripada sendirian. Tapi aku bilang Om-ku dulu ya. Oh ya kamu kan udah tahu rumah ku kan? kamu nanti ke rumahku ya, katanya Om Indra nanti mau ke rumah (membawa kunci motor lalu naik motornya). Kamu mau nebeng nggak?

Tiara: Nggak usah kasihan kamu bolak-balik aku naik angkot aja! Dah...(Melambaikan tangan ke arah Arimbi)
Arimbi: Ya dah.....(memakai helm dan langsung tancap gas)
****************************************************************
Arimbi: (membaca What'sapp sambil bergumam) aku lagi OTW bim (mengetik tab nya dan bergumam) ok ati-ati ya.
Tiara: Mengetuk pintu (Assalamu'alaikum... assalamu'alaikum)
Arimbi: wa'alaikum salam yuk masuk (masuk ke rumah bersama Tiara) heeem pakdhe sama budhe ku lagi pada pergi nih jadi aku sendirian,Tapi Om Indra bentar lagi mau ke sini kok!
Tiara: Ya bim sebetulnya kalau jadi Detektif yang diperlukan apa aja sih?
Arimbi: Harus berani saat berhadapan dengan penjahat, terus kamu harus bisa nyelidiki kasus yang dihadapi, kita harus memperhatikan hal sekecil apapun di TKP, mengumpulkan bukti-bukti juga sih supaya kita tahu siapa pelakunya.
Tiara: (oh gitu ya) semoga aku bisa bantuin kamu ya, eh itu ada suara motor itu Om kamu kan?
Arimbi: Ya tadi udah aku what'sapp juga kok.
Om Indra: Asalamualaikum. Hallo bim besok dah mulai pindah sekolah lagi ya hohoho. oh jadi ini Tiara yang mau bantuin kamu?
Tiara: ya Om(salim)
Arimbi: Mau minum apa Om?
Om Indra: gampang Nanti aja om mau ngomong soal kasusnya dulu supaya kalian ada gambaran. Jadi gini Om Curiga kematian Suep sepertinya bukan bunuh diri, Tapi kalian yang perlu menganalisa siapa pelakunya. Kebetulan tempat TKP nya akan dijadikan kelas kalian jangan lupa besok Tiara juga ikutan pura-pura pindah sekolah.
Arimbi dan Tiara: Ya Om.
Om Indra: Kalian mau melihat korbannya langsung nggak? Nggak takut melihat mayat kan?
Arimbi dan Tiara : (Saling berpandangan)
Arimbi: Kita harus berani Om mau nggak mau.
*****************************************************************
Di Tempat Kejadian Perkara(ruang teori 5, SMK Dr Sutomo)

Arimbi: heeem ada makanan disamping korban lalu ada kertas yang tulisannya,(memegang kertas disebelah mayat) "aku bosan hidup karena cintaku selalu ditolak." Makanan ini beracun om? Terus dia putus cinta gara-gara siapa?
Tiara: Lebay banget sampe bunuh diri heeem apa jangan-jangan kalau beneran dia bunuh diri mungkin racunnya ada di susu ya bau gelasnya kaya susu nih tapi rada-rada aneh coba kamu cium bim(memberikan gelas ke Bimbim)
Arimbi: Ya ra kaya da bau obat nya gitu kalau susu yang udah dua hari nggak gini kan?
Om Indra: Kamu pernah minum susu basi bim?
Arimbi: Pernah sih... eh salah! ya nggak sampe diminum juga om kalau udah semalam baunya sama nggak enaknya tapi nggak sampe bau obat juga kan? tapi ini obat atau racun sih?

Tiara: Bentar deh bim kalau diperhatiin nih mayat kaya direndem di bak apa ya? pucet banget? terus rambutnya kaya habis kering dari keramas gitu deh(memegang rambut) terus kalau dia bunuh diri gara-gara makanan massa buat apa tangan kirinya diplester? (melihat pergelangan tangan korban)

Om Indra: Sinih Om lihat(mengelotok plesternya) kalian perhatiin luka nya, urat nadinya kaya berkali-kali dipotong kan? biasanya cukup satu kali aja kalau orang bunuh diri terus yang ngasih plester siapa? hantu nggak mungkin kan pasti Suep dibunuh!

Arimbi: Betul, Ra yang namanya mayat kan pasti pucat dan dingin kan? badannya itu lho? tapi kalau diperhatiin bukan cuma rambutnya aja sih aku malah nggak acuh soal rambut Almarhum tapi baju korban juga ada noda darah dan kayanya habis di bersihin sama sabun dan meninggalkan bekas. Jadi ini semacam pembunuhan di ruang tertutup! bukan bunuh diri!
************************************************************
Naskah Film: Detektif Arimbi(lanjutan)
Tiga Hari berlalu. Pagi di Sekolah Saat Jam Istirahat
Soni: Hai kamu pindahan darimana ko?

Arimbi: Jakarta sama nih kaya Tiara ya kan?(menoleh ke Tiara)

Tiara: Uh.. ya hehehe disini mayoritas cowok ya?

Soni: Ya namanya juga STM mbak oh ya kalian nggak takut duduk disitu?

Arimbi dan Tiara: (mengernyutkan dahi pertanda bingung)
nggak kok kenapa sih?(bertanya hampir bersamaan)

Soni: nggak apa-apa sih tapi dulu Almarhum Suep teman kami bunuh diri sambil minum racun disitu.

Very: Udah deh nggak usah ngomong gitu kasihan son nanti cewek-cewek kece ini pada ngeri lagi.

Tiara: Biasa aja sih, kalau takut kan bisa baca doa!
Bel masuk pun berbunyi.

Bu Sinta: Baik anak-anak kita lanjutkan pelajarannya ya!

murid-murid: baik bu....
(5 jam kemudian)
Bu Sinta : Saya akhiri wasalamu'alikum Wr Wb.

murid-murid: Wa'alaikum salam Wr Wb.

Tiara: belum ada petunjuk siapa pelakunya.

Arimbi: betul. oh ya tadi di laci aku nemuin ini bungkus obat tidur, belum dibuang ternyata.

Tiara: Pelakunya memakai obat tidur untuk membius korban?

Arimbi: Ya, tapi kita perlu tanya sama penjaga sekolah karena dia yang mendobrak pintu kelas saat menemukan korban.

Tiara: Yuk kata Soni Pak Marwan biasanya belum pulang. Yuk kita cari beliau. (melangkah ke dekat ruang guru bersama Arimbi mencari Pak Marwan)

Pak Marwan: Ya neng saya yang menemukan almarhum Suep dan mendobrak pintu lalu saya secepatnya menelepon keluarganya dan Polisi, awalnya saya kira almarhum keracunan makanan tapi katanya di makanannya nggak ada racunnya.

Tiara: Bapak lihat ada orang lain nggak waktu melihat jasad suep.

Pak Marwan: Nggak sih neng cuma waktu itu kaya ada jejak kaki didekat keset.

Arimbi: kok kita gak lihat ya? Apa udah terhapus? besar atau nggak pak bekas sepatunya?

Pak Marwan: seukuran 42-43 lha neng.

Arimbi: Ya udah makasih pak (berjalan menuju parkiran dengan Tiara)

Tiara: apa kecurigaan kita selama ini benar? pelakunya adalah teman sekelas kita?

Arimbi: aku juga sependapat sama kamu sih.
Tiara: Terus kamu udah ada gambaran belum? siapa kira-kira yang patut dicurigai sebagai tersangka?

Arimbi: Apa cowo aneh itu? dia satu-satunya cewek yang hobby menyendiri dan jarang bergaul dikelas?ngomong sama kita aja nggak pernah.

Tiara: maksud kamu Hendra? cowok yang jago pelajaran IPA itu? tapi dia punya motif apa coba buat ngebunuh Suep? dia kan cuek sama semua orang meskipun terlihat tertutup.
Arimbi: Gini aja sebelum kejadian Suep terbunuh siapa aja temen-temen yang terakhir ninggalin sekolah?

Tiara:(berpikir sejenak) Hendra, Soni, Very, anak-anak KIR sama anak basket lain? kalau teman sekelas kita yang ikut ekskul pada hari itu ya cuma mereka bertiga. Kadang Suep pulang telat soalnya dia numpang Wi-Fi di Sekolah buat ngerjain Tugas atau sekedar browsing buat pelajaran.

Arimbi: Gimana kalau kita selidiki kamar mandi dulu sebelum pulang, karena waktu itu tubuh almarhum seperti direndam.

Tiara: Ayo siapa tahu disitu ada petunjuk (ke kamar mandi dengan Arimbi)

Tiara: Udah aku periksa nggak ada petunjuk apa-apa? soalnya udah dibersihin setiap pagi kan kamar mandinya.

Arimbi: Bentar deh, ini sapu tangan siapa? kok ada bercak darahnya? terus kamu perhatiin dulu deh di lantai dan tembok kamar mandi ini kaya ada bekas percikkan darah yang gak bisa hilang.
**************************************************
Om Indra: Maaf kami sengaja mengumpulkan kalian bertiga karena kalian kami curigai sebagai pelaku.

Soni: kita kan kawan baik Suep kenapa nggak mencurigai anak kelas lain aja sih? jangan sembarang nuduh dong.Mana mungkin kita berbuat sejauh itu.

Very: Lagian bukannya Suep bunuh diri?

Arimbi: Ada luka di urat nadinya dan diplester apa habis bunuh diri orang bisa memplester lukanya? pasti dia dibunuh

Tiara: kita akan percaya kalau kalian bertiga terbuktu nggak bersalah kalian kan masih punya alibi untuk menerangkan kalau kalian nggak bersalah.

Soni: Ok, gini ya habis eksul basket aku pulang sama Very sebelumnya sempat ketemu sama Suep aku tanya kamu pulang aja kenapa? tapi dia bilang dia lagi browsing buat tugas Bahasa Indonesia jadi aku langsung pulang aja.

Very: Ya kita ketemu Suep di Kantin dia mau beli gado-gado sama susu kesukaanya habis nganterin Soni ya aku langsung pulang lha.

Hendra: aku mungkin nggak akrab sama Suep dan teman yang lain tapi aku nggak pernah punya pikiran jahat sejauh itu. habis ekskul Robotic aku ngelihat Suep masuk kelas sambil bawa gado-gado dan Susu. Aku juga sempet masuk kelas nyari sapu tanganku yang hilang aku sempat tanya ke Suep juga tapi dia nggak tahu.

Tiara: Tunggu dulu apa saputangan ini? Jadi bener Bim kecurigaan kita kalau dia pelakunya soalnya sapu tangan yang ada bercak darahnya ini kan punya dia?

Hendra: betul tapi aku nggak kaya gitu.

Arimbi: Sebentar Ra, sebelumnya dia kan kehilangan sapu tangannya mungkin ada orang lain yang mengambil dan menggunakan sapu tangannya supaya kita mencurigai Hendra. Hen kamu misophobia ya? kamu nggak tahan sama tempat yang kotor bahkan berjabat tangan atau bersentuhan aja kamu nggak mau? makanya kamu butuh banget sapu tangan itu? aku perhatiin kamu juga suka bawa sapun cuci tangan ke Sekolah dan sering banget cuci tangan. jadi dia bukan pelakunya selain dia nggak punya dendam sama Suep dia juga takut sama darah.
Hendra: ya maaf kalau aku jaga jarak sampe segitunya sama kalian aku tahu susah buat sembuh dari kelainan ini tapi dua hari lagi aku mau ke psikiater kok.

Very: terus siapa jelas-jelas itu sapu tangan dia bisa aja dia beralasan kan?

Tiara: petunjuknya ada pada susu yang diminum korban susu tersebut dicampur dengan obat tidur dan kebetulan bungkusnya tertinggal di laci, lalu mungkin kalian heran mengapa korban awalnya seperti mati bunuh diri minum racun tapi makanan korban malah nggak beracun. Suep memang bukan mati keracunan tapi kehabisan darah. Setelah dibius si pelaku membawa korban ke kamar mandi dan dengan jahatnya merendam tubuh korban dengan air hangat, setelah dia memotong urat nadi korban.

Arimbi: saat urat nadinya putus darahpun berceceran dimana-mana, dalam keadaan berlumuran darah si pelaku sengaja membersihkan darah korban dengan sapu tangan hendra untuk mengkambinghitamkan Hendra. setelah korban meninggal karena kehabisan darah dia mengunci kamar mandi dan meletakkan korban di kelas lalu menghandukinya dan memakaikan seragam korban. Lalu kamu mengunci kelas dari dalam dan keluar lewat jendela, karena itu ada satu jendela yang nggak dikunci.

Tiara: lalu di secarik kertas dia menuliskan kalimat "aku bosan hidup karena cintaku selalu ditolak." Tulisan itu sekilas kaya tulisan Suep makanya kita bingung kan Suep ini mati bunuh diri atau dibunuh tapi kalau diperhatikan lagi ini seperti tulisan teman sebangkunya perbedaanya ada pada huruf A Suep kalau nulis huruf A nggak kaya gini kan?dia nulis huruf A seperti huruf A latin.

Arimbi: Karena tulisan A seperti itu cuma ditulis sama Very, jadi kamu pelakunya Ver. Sayangnya kamu malah dengan sengaja menempelkan plester di pergelangan tangannya yang membuat kami semakin yakin ini kasus pembunuhan Ver! lalu kamu juga nggak sadar mengelap darah suep pakai dasimu sendiri(membalik dasi Very yang ada bekas darahnya). selain itu di sapu tangan Hendra juga ada sidik jarimu. buktinya udah jelas.

Very: (menahan amarah dengan mengepalkan tangan) kalian kan tahu habis aku anter soni aku langsung pulang!

Tiara: Ya habis anterin Soni kamu emang pamit pulang ke Soni padahal kamu bohong kamu balik ke Sekolah untuk rencanain ini semua, maka alibimu terlihat sempurnaSaat kamu mau menaruh obat tidur pada susu Suep kamu juga mengalihkan perhatian ibu kanti bilang kalau sepedanya gembes kan? jadi saat ibu kantin meninggalkan warungnya tanpa sepengetahuan yang lain kamu mencampur obat tidur kamu pakai sarung tangan ini kan? sorry ya ini ku ambil tadi, di tas kamu.

Very: (Teriak) pokoknya aku nggak mau dipenjara(memberontak dan lompat ke luar jendela)

Tiara: eh tunggu, bim kejar donk!

Arimbi: ya ayo(keluar ngejar Very).

Arimbi: (menghadang Very) eh, mau kemana kamu.

Very: (berusaha meninju dan menendang Arimbi)

Arimbi: (menangkis dan menghindar dia segera menendang perut Very dan meninju ulu hatinya)

Very: Sialan!(dia segera membalas dengan menendang Arimbi)

Tiara: Bim nggak apa-apa kan? sorry telat( meninju dagu Very lalu meninju ulu hatinya habis-habisan, karena nggak tega langsung aja memborgolnya dan menyerahkan dia ke Om Indra)

Soni: Bim kamu nggak apa-apa kan?

Arimbi: kamu santai aja aku bisa tahan sakit ko?

Soni: aku pengin tahu kenapa kamu bunuh Suep?

Very: (Sambil Teriak) karena dia udah Rebut Wendy dari aku!

Soni: Kamu salah Ver! Wendy yang naksir Suep, tapi Suep berulang kali menolaknya demi kamu! Kenapa kamu nggak pernah percaya dia?

Very: kamu pasti bohong, kamu pasti bohong!(menatap ke langit-langit dan menyesal)

Epilog

Bukan cuma Tiara yang takut waktu itu, tapi aku juga takut aku nggak mau alami hal yang sama-jangan sampai terjadi-hal yang aku takutkan bukan hanya kesalahpahaman yang berujung malapetaka, tapi semua ini tentang pengkhianatan yang sebetulnya nggak pernah terjadi! ketika seorang sahabat dianggap berkhianat, karena dendam dan amarah pembunuhan dalam persahabatan bisa terjadi. Iblis seolah menipu kita dan membuat kita menjadi orang pertama yang menyebabkan dan menyaksikan sahabat kita mati! maka sayangilah sahabatmu dan dengarkanlah dia saat ingin menjelaskan suatu perkara!

No comments:

Post a Comment

thanx ya...

IKLAN

Search This Blog